Dialog Kebangsaan Polres Madiun, Perkuat Persatuan dan Sinergitas di Tengah Tantangan Ruang Digital
POLRES MADIUN – Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” di Gedung Tantya Sudhirajati Polres Madiun, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 14.30 WIB tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, di antaranya perwakilan mahasiswa, Sabuk Kamtibmas, komunitas ojek online, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta perwakilan perguruan silat di wilayah Kabupaten Madiun.
Turut hadir Kakesbangpol Kabupaten Madiun yang diwakili Kabid Wasdin Kesbangpol Fajar Syahrudin, S.E., M.AP., Wakapolres Madiun Kompol Mukhamad Lutfi, S.H., M.H., para pejabat utama Polres Madiun, serta perwakilan organisasi mahasiswa seperti PMII, GMNI, BEM STAINU, BEM STAIM, dan BEM UNIPMA.
Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki menyampaikan bahwa dialog kebangsaan tersebut bukan sekadar forum penyampaian pesan kamtibmas, tetapi menjadi ruang untuk membangun komunikasi, menyatukan persepsi, dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan serta persatuan di Kabupaten Madiun.
“Kita adalah bangsa yang besar dengan keberagaman suku, agama, budaya, organisasi dan komunitas. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan,” tegas Kapolres Madiun.
Kapolres juga menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tugas Polri. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting, mulai dari mahasiswa sebagai agen perubahan, Sabuk Kamtibmas sebagai penggerak keamanan di lingkungan masyarakat, pengemudi ojek online yang berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, hingga tokoh perguruan silat yang memiliki peran dalam membina anggotanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Madiun juga mengingatkan seluruh peserta mengenai tantangan keamanan di ruang digital. Penyebaran informasi yang begitu cepat harus diimbangi dengan sikap bijak dalam bermedia sosial. Hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dapat memicu kesalahpahaman bahkan berkembang menjadi konflik apabila tidak disikapi secara tepat.
“Jangan mudah percaya dan jangan mudah terprovokasi. Mari gunakan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan persatuan, edukasi dan informasi yang positif, bukan untuk saling menyerang,” pesan AKBP Ridwan Maliki.
Sementara itu, Kabid Wasdin Kesbangpol Kabupaten Madiun Fajar Syahrudin menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, upaya menjaga keamanan bukan semata-mata tugas TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Deteksi dini dan cegah dini juga perlu terus dilakukan untuk mencegah potensi konflik sosial maupun gangguan kamtibmas.
Dalam sesi dialog, perwakilan mahasiswa, Sabuk Kamtibmas, perguruan silat, dan komunitas ojek online menyampaikan pandangan serta komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan kepolisian. Seluruh elemen sepakat bahwa komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mencegah kesalahpahaman serta menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Madiun.
Kapolres Madiun menegaskan bahwa Polres Madiun terbuka terhadap kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat. Polri akan terus hadir di tengah masyarakat serta mengawal berbagai kegiatan masyarakat, termasuk penyampaian aspirasi secara damai dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dialog tersebut juga menjadi bagian dari upaya cipta kondisi dan cooling system dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk seruan aksi unjuk rasa nasional yang direncanakan pada 17, 25, dan 28 Agustus 2026.
Melalui kegiatan ini, Polres Madiun bersama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Madiun membangun komitmen untuk bersama-sama menjaga harkamtibmas, merawat kebinekaan, memperkuat persaudaraan, serta mencegah berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah persatuan.
“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Madiun yang aman, damai, guyub dan kondusif. Kita berbeda dalam latar belakang, tetapi kita satu dalam tujuan: menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Kapolres Madiun.
Kegiatan Dialog Kebangsaan berlangsung dalam suasana aman, tertib dan kondusif. Para peserta juga diajak untuk terus memperkuat komunikasi dan menjadikan semangat persatuan sebagai modal utama dalam menjaga Kabupaten Madiun tetap aman, damai dan nyaman.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0